Habibi Rizki Ramadhan, penemu aplikasi
Persona.
Tiga tahun yang lalu saya mengenal anak muda bernama Habibi Rizki
Ramadhan (Habibi). Ketika itu ia menjadi peserta termuda di acara
Trainer Bootcamp & Contest (TBnC) angkatan ke-6 yang diadakan
Akademi Trainer. Ia mengungkapkan keinginannya memotivasi anak muda
dengan gaya anak muda.
Semangatnya begitu menggebu. Ia pernah mengendarai sepeda motor dari
Jakarta hanya untuk berkonsultasi beberapa saat dengan saya di Bogor.
Saya sampaikan kepadanya, “Kamu harus menjadi dirimu sendiri, tak
boleh mengikuti gaya saya atau gaya pembicara lain. Inspirasilah
generasi muda dengan berbagai cara tidak harus dengan bicara, tapi bisa
dengan tulisan dan karyamu.”
Kini, impian anak muda ini mulai menunjukkan hasil. Keahliannya
dibidang aplikasi dan teknologi informasi siap bersaing di pasar global.
Buah karyanya siap menginspirasi dunia. Jika Jepang punya LINE, Korea
punya KakaoTalk, China punya weChat, Kanada punya BBM, dan Amerika punya
WhatsApp, maka Habibi bersama rekannya Asyraf Duyshart berhasil
menciptakan aplikasi chating media sosial yang diberi nama “Persona”.
Habibi menjelaskan bahwa Persona dalam psikologi berarti topeng atau
karakter sesungguhnya. Terkadang potensi dalam diri kita tertidur
karena takut dengan gengsi atau malu. Maka, di Persona kita dapat
“Ekspresi Tanpa Batas” Persona memberikan Dual Identitas. Real ID untuk
berkomunikasi dengan teman yang sudah dikenal sedangkan Alter Ego untuk
menemukan teman baru sesuai keinginan si pengguna melalui Persona World.
Selanjutnya Habibi menjelaskan kepada anak-anak muda, “Untuk bertemu
dengan orang baru, kamu dapat memasuki “Persona World”, dunia dimana
kamu akan menjadi Alter-Ego. Tentukan identitas baru kamu dan interest
kamu. Dalam fitur ini, kamu dapat menemukan teman baru sesuai keinginan
kamu.”
Ia mencontohkan, “Misalnya saja kamu mengalami galau, carilah orang
yang memahami cinta dengan keyword Cinta. Lalu kamu dapat mengobrol
dengan Alter-ego yang memahami Cinta seperti Dokter Cinta, Pakar Galau.
Kamus Wanita untuk menemukan resep Move ON.”
“Perkenalan dalam Persona World, bukan karena foto cantik atau
ganteng tapi karena memiliki kesamaan dalam hobi, pengetahuan maupun
impian sehingga chatting lebih bermanfaat dan menyenangkan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, “Persona memberikan pengalaman baru dalam Dunia
chatting dengan menjadikan emoji sebagai avatar. Tentukan ekspresi kamu
sehingga chatting lebih terasa dekat dengan teman kamu. Kamu juga dapat
“Custom Emojivatar” dengan selfie wajah lucu kamu dengan berbagai
ekspresi.”

Saya bangga dengan Habibi. Sebab, yang ia ciptakan bukan sekadar
aplikasi teknologi, akan tetapi juga sebuah solusi, khususnya bagi
anak-anak muda yang sedang mencari identitas diri. Para pengguna akan
mendapatkan inspirasi dan solusi kehidupan melalui karya anak muda ini.
Habibi, yang terlahir 07 Maret 1993, siap menggunjang dunia. Ingin
berkenalan dan tahu lebih banyak tentang dia? Silakan Anda follow akun
twiternya @Personatalk
Pada awal 2014, saat saya jumpa Habibi, aplikasi ciptaannya ini masih
bernama Solutalk. Saya berharap setelah berganti nama menjadi Persona,
aplikasi yang bisa dijalankan di Android maupun iOS ini, akan menjadi
salah satu karya besar dunia hasil karya anak muda yang berasal dari
bangsa besar bernama Indonesia.
I love you Habibi, impianmu menginspirasi dan memberi solusi berbagi
problem anak muda menjadi nyata. Semoga kau semakin SuksesMulia.
Salam SuksesMulia!
ADS HERE !!!